Minggu, 26 Februari 2012

Manajemen Kompensasi


Manajemen Kompensasi

Kompensasi

Kompensasi merupakan sesuatu yang diterima karyawan sebagai pengganti kontribusi jasa mereka pada perusahaan. Pemberian kompensasi merupakan salah satu pelaksanaan fungsi MSDM yang berhubungan dengan semua jenis pemberian penghargaan individual sebagai pertukaran dalam melakukan tugas keorganisasian. Kompensasi merupakan biaya utama atas keahlian atau pekerjaan dan kesetiaan dalam bisnis perusahaan pada abad ke-21 ini.
Jika dikelola dengan baik, kompensasi akan membantu perusahaan untuk mencapai tujuan dan memperoleh, memelihara, dan menjaga karyawan dengan baik. Sebaliknya, tanpa kompensasi yang cukup, karyawan yang ada sangat mungkin untuk meninggalkan perusahaan dan untuk melakukan penempatan kembali tidaklah mudah. Akibat dari ketidakpuasan dalam pembayaran yang dirasa kurang akan mengurangi kinerja, meningkatkan keluhan-keluhan, penyebab mogok kerja, dan mengarah pada tindakan-tindakan fisik dan psikologis, seperti meningkatnya derajat ketidakhadiran dan perputaran karyawan, yang pada gilirannya akan menurunkan kesehatan jiwa karyawan yang semakin parah. Sebaliknya apabila terjadi kelebihan pembayaran, juga akan menyebabkan perusahaan dan individual berkurang daya kompetisinya dan menimbulkan kegelisahan, persaaan bersalah, dan suasana yang tidak nyaman di kalangan karyawan.

 

Manajemen Kompensasi

Manajemen kompensasi merupakan kegiatan merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan serta mengembangkan sistem dan mekanisme kompensasi dalam suatu organisasi sehingga terbentuk suatu keseimbangan penerimaan antara individu dan organisasi.
Secara umum tujuan manajemen kompensasi adalah untuk membantu perusahaan mencapai tujuan keberhasilan strategi perusahaan dan menjamin terciptanya keadilan internal dan eksternal. Keadilan eksternal menjamin bahwa pekerjaan-pekerjaan akan dikompensasi secara adil dengan membandingkan pekerjaan yang sama di pasar kerja. Kadang-kadang tujuan ini bias menimbulkan konflik satu sama lainnya, dan trade-offs harus terjadi. Misalnya, untuk mempertahankan karyawan dan menjamin keadilan, hasil analisis upah dan gaji merekomendasikan pembayaran jumlah yang sama untuk pekerjaan-pekerjaan yang sama. Akan tetapi, perekrut pekerja mungkin mungkin menginginkan untuk menawarkan upah tidak seperti biasanya, yaitu upah yang tinggi untuk menarik pekerja yang berkualitas. Maka terjadilah trade-offs antara tujuan rekrutmen dan konsistensi tujuan dari manajemen kompensasi.
Tujuan manajemen kompensasi efektif,meliputi:
1.    Memperoleh SDM yang Berkualitas
Kompensasi yang sudah cukup tinggi sangat dibutuhkan untuk memberi daya tarik kepada pelamar. Tingkat pembayaran harus responsive terhadap penawaran dan permintaan pasar kerja karena para pengusaha berkompetensi untuk mendapatkan karyawan yang diharapkan.

2.    Mempertahankan Karyawan yang Ada
Para karyawan dapat keluar jika besaran kompensasi tidak kompetitif dan akibatnya akan menimbulkan perputaran karyawan yang semakin tinggi.

3.    Menjamin Keadilan
Manajemen kompensasi selalu berusaha agar keadilan internal dan eksternal dapat terwujud. Keadilan internal mensyaratkan bahwa pembayaran dikaitkan dengan nilai relative sebuah pekerjaan sehingga pekerjaan yang sama dibayar dengan besara yang sama. Keadilan eksternal berarti pembayaran terhadap pekerja merupakan yang dapat dibandingkan dengan perusahaan lain di pasar kerja.

4.    Penghargaan terhadap Perilaku yang Diinginkan
Pembayaran hendaknya memperkuat perilaku yang diinginkan dan bertindak sebagai insentif untuk perbaikan perilaku di masa depan, rencana kompensasi efektif, menghargai kinerja, ketaatan, pengalaman, tanggung jawab, dan perilaku-perilaku lainnya.

5.    Mengendalikan Biaya
System kompensasi yang rasional membantu perusahaan memperoleh dan mempertahankan para karyawan dengan biaya yang beralasan. Tanpa manajemen kompensasi efektif, bisa jadi pekerja dibayar dibawah atau diatas standar.

6.    Mengikuti Aturan Hukum
System gaji dan upah yang sehat mempertimbangkan factor-faktor legal yang dikeluarkan pemerintah dan menjamin pemenuhan kebutuhan karyawan.

7.    Memfasilitasi Pengertian
System manajemen kompensasi hendaknya dengan mudah dipahami oleh spesialis SDM, manajer operasi, dan para karyawan.

8.    Meningkatkan Efesiensi Administrasi
Program pengupahan dan penggajian hendaknya dirancang untuk dapat dikelola dengan efisien, membuat system informasi SDM optimal, meskipun tujuan ini hendaknya sebagai pertimbangan sekunder disbandingkan dengan tujuan-tujuan lain.

Perancangan Manajemen Kompensasi Berbasis Kompetensi


Konsep Kompetensi

Kompetensi dapat didefinisikan sebagai suatu karakteristik dasar individu yang memiliki hubungan kausal atau sebab akibat dengan kriteria yang dijadikan acuan, efektif, atau berperformansi superior di tempat kerja, atau pada situasi tertentu.
q  Karakteristik dasar yang dimaksud adalah bahwa kompetensi harus bersifat mendasar dan mencakup personality atau kepribadian seseorang dan dapat memprediksikan sikap seseorang pada situasi tertentu yang sangat bervariasi dan pada aktivitas pekerjaan tertentu;
q  Hubungan kausal berarti bahwa kompetensi dapat menyebabkan atau digunakan untuk memprediksikan performansi (superior) seseorang;
q  Kriteria yang dijadikan acuan berarti bahwa kompetensi secara nyata akan memprediksi seseorang yang bekerja dengan baik atau buruk, sebagaimana terukur pada criteria spesifik atau standar.  Contoh criteria adalah volume penjualan atau jumlah pelanggan yang dapat dipertahankan/dilayani.

Kompensasi berbasis kompetensi

Competency – based pay adalah suatu kompensasi untuk individu yang memiliki karakteristik, skill atau kompetensi bersesuaian dengan jabatan yang diperannya.
Kompensasi berbasis kompetensi merupakan suatu metode yang memanfaatkan kompetensi sebagai tolak ukur dalam menentukan kompensasi yang diterima individu yang berkontribusi untuk meningkatkan value perusahaan.   
Karakteristik individu yang sesuai dengan gaji tinggi dapat berdasarkan faktor-faktor demografi (senioritas, status minoritas) atau kompetensi (pengalaman, potensial, kreativitas, inisiatif, loyalitas, institusional, memory, portabilitas, atau pengaruh dari bahasa lain).
Seringkali sangat sulit untuk memberikan kompensasi bersesuaian dengan karakteristik individu. Hal ini perlu dipertimbangkan apakah karakteristik ini akan dapat menjadi nilai tambah bagi perusahaan.



Tahapan-tahapan dalam membangun kompensasi berbasis kompetensi:
1.         Mengidentifikasi faktor-faktor utama. Mengidentifikasi kebutuhan kompetensi jabatan, kompetensi-kompetensi perorangan yang menghasilkan performansi, dan hasil performansi tersebut untuk setiap level dalam kelompok kerja. Berdasarkan kompensasi dapat digambarkan pada dua axis seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut ini:
 
















Gambar c. Sistem Variabel Kompensasi

Pada gambar menunjukkan bahwa satu axis adalah individual ke organisasi dan lainnya adalah input ke output.
Dahulu, sistem kompensasi memberikan upah untuk setiap peran atau pekerjaan yang ada dalam organisasi tersebut. Input organisasi membutuhkan kemampuan teknikal, pemecahan masalah, dan akuntabilitas (berdasarkan dari jumlah orang dan aset yang dikelola). Sistem pembayaran berbasis performansi sebagai tambahan gaji pokok yang ditentukan dari peran jabatan dari hasil yang diberikan kepada organisasi, baik berupa hasil nyata, maupun keuntungan ekonomis untuk perusahaan. Gambaran Upah berbasis Performansi adalah hasil penjualan dari bagian penjualan. Individu akan dibayar berdasarkan kontribusi yang diberikan kepada perusahaan.
Sistem kompensasi berbasis kompetensi membayar berdasarkan input dari karakteristik individual, dengan kemampuan memberikan nilai tambah ekonomis bagi perusahaan pada masa yang akan datang dalam jangka waktu tertentu. Inilah yang menjadi esensi dari definisi aset.
Keputusan memberikan upah berdasarkan dari: Pekerjaan organisasi, kinerja dan kompetensi individu merupakan lebih lanjut dari variabel pasar external dan persamaan internal. Karakteristik individu (seperti lulusan MM dari suatu sekolah bisnis terkenal) dapat lebih tinggi harganya di pasar external. Persamaan internal (lulusan MM yang telah dipekerjakan sejak beberapa tahun yang lalu) dapat membatasi harganya di suatu perusahaan yang mau membayarinya.
Kunci dari kompensasi berbasis kompetensi ini jelasnya terlihat dari garis putus-putus diagonal antara kompetensi individu sebagai input, dan hasil yang diberikan kepada organisasi. Hubungan ekonomis yang jelas sebaiknya terlihat antara kompetensi yang dibayar dengan nilai ekonomis untuk perusahaan. Hubungan ini dapat digambarkan dengan persamaan:


E(v) = A * p * DF
E(v) = nilai yang diharapkan kandidat (dalam satuan mata uang)
A = Sejumlah nilai ekonomis (dalam satuan mata uang) kompetensi yang dibawa    ke perusahaan
P = Probabilitas pencapaian
DF = faktor diskon yang digunakan dari nilai benefit sekarang yang diterima pada   masa yang akan datang.
Persamaan ini dapat dijelaskan dengan contoh:
Seorang kandidat untuk jabatan manajer penjualan yang memiliki konmpetensi (yang telah terukur) ACH 3 , CO 3, yang dibutuhkan dalam jabatan tersebut dinilai dari pemilik perusahaan bahwa ACH 3 bernilai 1.000.000, CO 3 1.250.000 dengan target dapat melakukan penjualan 1000000 item per bulan perusahaan mempercayai dapat mencapai penjualan tersebut 75%. Dengan diskon faktor 1.5 yang dihitung dari nilai akan datang, maka nilai yang dpat diharapkan kandidat tersebut adalah (1.000.000+1.250.000)*75%*1.5 = 2.531.250
Dengan mengawali dengan mendapatkan kebutuhan kompetensi jabatan perusahaan telah mengidentifikasikan kompetensi inti yang harus dimiliki oleh setiap jabatan dalam perusahaan tersebut. Disamping itu, setiap jabatan memiliki spesifik kompetensi. Nilai dari setiap tingkatan kompetensi ini perlu ditetapkan. Setiap jabatan tersebut akan memiliki batas-batas min dan maks untuk setiap kompetensi. Dengan mendapatkan kebutuhan kompetensi setiap jabatan maka
2.         Menentukan persentasi relatif. Menentukan persentasi relatif untuk total kompensasi yang diberikan organisasi untuk peran jabatan, kompetensi personil, dan hasil performansi. Sistem kompensasi berbasis kompetensi umumnya memasukkan ketiga faktor: upah pokok berdasarkan peran jabatan, plus upah untuk kompetensi yang dimiliki personil tersebut dan upah untuk kompetensi yang dapat ditunjukkan, plus upah untuk individu itu sendiri, team atau hasil yang diberikan untuk organisasi (hal ini terbentuk sebagai suatu variabel).


Superior College


Superior college merupakan suatu lembaga pendidikan yang memberikan layanan pendidikan short course (Kursus jangka pendek) dalam bidang pendidikan IT dan Manajemen. Lembaga ini dibentuk dengan melihat akan pentingnya membangun sumber daya manusia yang unggul dapat bersaing dengan SDM dari negara lain dengan memberikan kursus-kursus yang dibutuhkan untuk berkembang dan maju.

Visi misi Superior College

Visi misi Superior College adalah sebagai penyedia bekal kemampuan bagi SDM Indonesia untuk dapat bersaing dengan SDM lain dengan memberikan kursus dan pelatihan.

Proses-proses Superior College

 






























q  Calon siswa sebagai input dalam proses keseluruhan,
q  Lulusan dari instansi sebagai output
q  Dosen dan karyawan merupakan entitas luar akan tetapi yang menggerakkan mereka masuk sebagai penggerak proses ini.
q  Fasilitas dan sumber daya manusia merupakan proses support yang harus ada dan yang mendukung secara keseluruhan proses ini adalah sumber daya manusia.






Superior College memberikan jasa kursus:

Dalam Bidang IT
·         Kursus 3 bulan Master Web Programming
Memberikan kursus pemograman komputer berbasis Web dengan bahasa pemograman PHP, MySQL.
·         Kursus 3 Bulan Master Web Design
Memberikan Kursus desain web dengan berbasis Macromedia Dreamweaver, fireworks, dan Adobe Photoshop.
Dalam Bidang Manajemen
·         Kursus 1 bulan Selling Skill
Memberikan kursus mengenai teknik-teknik dan metode yang dapat dipergunakan dalam mencapai target penjualan.
·         kursus 1 bulan Statistik Quality Control
Memberikan kursus teknik-teknik statistik dalam mengendalikan kualitas baik untuk perusahaan manufaktur maupun jasa.
·         Kursus 1 bulan implementasi MSDM berbasis kompetensi membangun kompetensi jabatan
Memberikan kursus teknik-teknik implementasi MSDM berbasis kompetensi khususnya dalam membangun kompetensi jabatan di suatu perusahaan.

Manajemen Sumber Daya Manusia

Dalam mendukung tercapainya visi misi Superior College ini, lembaga ini merasakan bahwa bagian yang utama yang perlu mendapatkan perhatian lebih adalah bagian MSDM dari Superior College. Dirasakan bahwa metode-metode pengelolaan manusia saat ini yang cukup sulit diterapkan bahkan tidak dapat dijelaskan. Untuk itu, superior college ini menerapkan MSDM berbasis kompetensi agar mendapatkan pengelolaan manusia yang sistematis dan terukur.

Perilaku kerja di lembaga ini bersifat bekerja memenuhi target kerja. Setiap akhir bulan semua karyawan-karyawan akan berdiskusi dengan atasannya untuk menetapkan target kerja yang harus dicapai untuk 1 bulan kedepan. Pencapaian target kerja akan menjadi dasar penilian kinerja dan kompensasi karyawan di lembaga ini.
Tingkatan jabatan dalam lembaga ini terbagi atas 3 bagian:
-       Level top : Direktur
-       Level Middle : Manajer
-       Level Lower: Staf Operasional

Pengajar dalam Superior College terbagi atas pengajar tidak tetap dan pengajar tetap.
-       Pengajar tetap adalah pengajar yang dipandang sebagai aset bagi lembaga ini. Pengajar tetap memiliki tunjangan dan diperhitungkan kompetensi-kompetensi yang dimilikinya yang dapat dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar bagi lembaga.
-       Pengajar tidak tetap adalah pengajar yang dikontrak lembaga untuk melakukan proses belajar mengajar untuk satu atau beberapa bahan ajaran tertentu.
Selain pengajar, Superior College memiliki Asisten Pengajar.
-       Asisten Pengajar adalah asisten pengajar yang memiliki tunjangan dan diperhitungkan kompetensi yang dimilikinya yang dapat dimanfaatkan dalam mendukung proses belajar-mengajar bersama dengan pengajar.


Struktur Organisasi Superior College


 






















Rincian Struktur Jabatan:
Bagian
Jumlah Jabatan
SDM
1 Manajer
5 Staf Operasional SDM
Marketing
1 Manajer
5 Staf Operasional Marketing
Keuangan
1 Manajer
5 Staf Operasional Keuangan
Fasilitas
1 Manajer
10 Staf Operasional Fasilitas
Operasional Belajar Mengajar
1 Manajer
6 Staf Operasional Belajar Mengajar
Administrasi Akademik
1 Manajer
6 Staf Operasional Administrasi Akademik
Direktur
1 Direksi
2 Sekretaris
Jumlah
6 Manajer
1 Direktur
39 Staf Operasional





Ruang lingkup kegiatan setiap bagian

Bagian
Tujuan bagian
Lingkup Kegiatan
Operasional belajar Mengajar
Menjamin berjalannya proses belajar mengajar dalam lembaga tersebut
Mengelola fasilitas-fasilitas yang akan dipergunakan dalam proses belajar mengajar
Penyiapan ruangan belajar dan segala fasilitasnya
Kebutuhan-kebutuhan dalam proses belajar mengajar (seperti absensi, alat-alat)
Mendokumentasikan bahan ajar,
Melayani kebutuhan dosen
Fasilitas
Mengadakan, memelihara dan memperbaiki serta menginvetarisasi fasilitas-fasilitas Superior College
Mengadakan fasilitas-fasilitas baik yang menunjang proses belajar mengajar maupun infrastruktur lainnya.
Merawat fasilitas-fasilitas
Memperbaiki fasilitas-fasilitas

Keuangan
Mengelola dan mengendalikan finansial berbagai kegiatan-kegiatan dalam Superior College
Mengelola keuangan lembaga
Menjalankan fungsi-fungsi keuangan lembaga

Marketing
Menjamin pemasaran dan hubungan masyarakat Superior College sehingga terbentuk image sesuai dengan yang telah ditetapkan dan yang telah menjadi visi misi perusahaan.

Membentuk dan menjalankan program pemasaran dan program hubungan masyarakat

Administrasi akademik
Menjamin pengendalian dan pengelolaan administrasi-administrasi akademik agar dapat lancar, tertib dan teratur.
Mengelola administrasi-administrasi akademik dalam mendukung proses belajar mengajar
SDM
Menjamin pengelolaan SDM-SDM - baik pengajar maupun pengisi jabatan administratif, sistematis dan terukur.
Menjalankan fungsi-fungsi manajemen SDM
Direktur Superior College
Bertanggung jawab segala kegiatan-kegiatan dalam lembaga kepada dewan pemegang saham.
Membentuk strategi menunjang tercapainya visi misi lembaga.




Kompetensi Superior College

  1. Setiap jabatan tidak memiliki secara spesifik level-level dari setiap kebutuhan kompetensi akan tetapi memiliki range level yang dapat diterima dari hasil pengukuran individu terhadap kebutuhan kompetensi jabatan.

  1. Kompetensi jabatan terdiri atas:
    1. kompetensi inti Lembaga Superior College
    2. kompetensi spesifik setiap jabatan Lembaga Superior College
    3. kompetensi tambahan yang dimiliki oleh individu pemegang jabatan.
                                          i.    Kompetensi tambahan untuk setiap individu ditetapkan berdasarkan atas persetujuan direktur lembaga dengan mempertimbangkan kesesuaian atas jabatannya dan dapat diterima oleh direktur lembaga.


  1. Struktur kompetensi setiap jabatan adalah:

Nama Jabatan:

Pemegang Jabatan
Kompetensi Inti
Range
Nama
Min
Max
Nilai Kompetensi Individu
A



B



C



D



E



Kompetensi Spesifik
Range

Min
Max

A



B



C



D



E



F



G



H



Kompetensi Tambahan
A

B

C




  1. Superior College memiliki kompetensi inti yang mana kompetensi ini ada pada setiap jabatan. Kompetensi inti superior College adalah:

Kompetensi Inti
Range
Min
Max
a.   Berorientasi terhadap pelanggan (CSO)
3
5
b.   bekerjasama (TW)
2
7
c.   perhatian akan pekerjaan (CO)
1
4
d.   Semangat untuk mencapai target kerja (ACH)
3
7
e.   Komitmen terhadap organisasi (OC)
3
7



  1. kompetensi spesifik adalah kompetensi yang dibutuhkan pada jabatan.  Bentuk Kompetensi spesifik jabatan:

Bagian
Kompetensi Spesifik Jabatan
Manajer
Range
Staf Operasional
Range
Min
Max
Min
max
SDM
a.      Empati (IU)
4
5
a.      Keahlian teknikal
3
4
b.      Inisiatif (INT)
5
7
b.      Empati (IU)
3
4
c.       Kemampuan pengarahan (DIR)
5
7
c.       Inisiatif (INT)
3
4
d.      Memimpin kelompok (TL)
5
7
d.      Berpikir Analisis (AT)
3
4
e.      Berpikir Analisis (AT)
5
6
e.      Berpikir Konseptual (CT)
3
4
f.       Berpikir Konseptual (CT)
5
7
f.       Mencari Informasi (INFO)
3
4
g.      Dampak dan Pengaruh (IMP)
5
7
g.      statistik
3
4
h.      Statistik
4
5
h.      penguasaan aplikasi komputer perkantoran
3
4
i.        Penguasaan aplikasi komputer perkantoran
4
5
i.        undang-undang ketenagakerjaan
3
4
j.       Undang-undang ketenagakerjaan
5
5
j.       Teknik-teknik pengelolaan SDM berbasis kompetensi
3
4
k.      MSDMBK
4
5
l.       Pengetahuan Sistem
3
4
l.        Pengetahuan Sistem
4
5



 m. bahasa inggris
4
5
m. bahasa inggris
3
4
Marketing
a.      Empati (IU)
4
5
a.      Empati (IU)
3
4
b.      Inisiatif (INT)
5
7
b.      Inisiatif (INT)
3
4
c.       Kemampuan pengarahan (DIR)
5
7
c.       Kemampuan pengarahan (DIR)
3
4
d.      Memimpin kelompok (TL)
5
7
d.      Memimpin kelompok (TL)
3
4
e.      Berpikir Analisis (AT)
5
6
e.      Berpikir Analisis (AT)
3
4
f.       Dampak dan Pengaruh (IMP)
5
7
f.       Dampak dan Pengaruh (IMP)
3
4
g.      Mencari Informasi (INFO)
5
7
g.      Mencari Informasi (INFO)
3
4
h.      Pengetahuan strategi-strategi marketing
4
5
h.      Pengetahuan strategi-strategi marketing
3
5
i.        Statistik
4
5
i.        Statistik
3
5
j.       Penguasaan aplikasi komputer
4
5
j.       Penguasaan aplikasi komputer
4
5
k.      Selling skill
4
5
k.      Selling skill
4
5
l.        Kemampuan membangun hubungan
4
5
l.        Kemampuan membangun hubungan
3
4
m. bahasa inggris
4
m. bahasa inggris
3
4

Kompetensi Spesifik pengajar:

kompetensi pengajar
range
Min
max
empati
4
5
inisiatif
4
5
mencari informasi
4
5
berpikir analis
4
5
berpikir konseptual
4
5
keahlian
4
5
dampak dan pengaruh
4
5
Kompetensi spesifik asisten pengajar:

kompetensi Asisten pengajar
range
min
max
empati
3
4
inisiatif
3
4
mencari informasi
3
4
berpikir analis
3
4
berpikir konseptual
3
4
keahlian
3
4
dampak dan pengaruh
3
4





  1. Daftar kompetensi lembaga Superior College adalah:


No

Kompetensi
1
Semangat Untuk mencapai target kerja(ACH)
2
Perhatian akan pekerjaan (CO)
3
Initiatif (INT)
4
Mencari Informasi (INFO)
5
Empati  (IU)
6
Berorientasi terhadap pelanggan (CSO)
7
Dampak dan pengaruh (IMP)
8
Kesadaran Berorganisasi (OA)
9
Membangun Hubungan (RB)
10
Mengembangkan orang lain (DO)
11
Kemampuan mengarahkan (DIR)
12
Bekerja sama (TW)
13
Memimpin kelompok (TL)
14
Berpikir analitis (AT)
15
Berpikir Konseptual (CT)
16
Keahlian (EXP)
17
Pengendalian diri (SC)
18
Percaya diri (SCF)
19
Fleksibilitas (FLX)
20
Komitmen organisasi (OC)


21
Statistik
22
Seling skill
23
Aplikasi komputer
24
Bahasa inggris





  1. Setiap 2 tahun ada pengukuran kompetensi pemegang jabatan untuk menilai kompensasi yang dapat diberikan pada waktu yang akan datang.












Kebijakan dalam mengelola kompensasi di Superior College


1.    Kompensasi merupakan sesuatu yang diterima karyawan sebagai pengganti kontribusi jasa mereka pada lembaga pendidikan Superior College.
2.    Kompensasi setiap jabatan diberikan berdasarkan kompetensi jabatan yang dibutuhkan, kompetensi individu yang dimiliki oleh pemegang jabatan, tunjangan-tunjangan dan penghargaan atas performansi-performansi yang dapat dicapai pemegang jabatan tersebut.
3.    Setiap kompetensi memiliki level kompetensi yang merupakan penilaian kuantitatif yang ditinjau dari indikator perilaku kompetensi tersebut. Setiap level kompetensi memiliki harga tersendiri yang meningkat sebanding dengan tingkatan level kompetensinya.
4.    Level 0 setiap kompetensi memiliki harga Rp. 50.000,-. Kenaikan harga untuk setiap level adalah sebesar 10% dari harga level sebelumnya.
5.    Komponen-komponen perhitungan kompensasi setiap pemegang jabatan adalah:
-       gaji tetap: adalah gaji yang tetap diterima dihitung berdasarkan kompetensi yang dibutuhkan jabatan dan kompetensi tambahan yang dimiliki individu pemegang jabatan.
-       tunjangan: adalah pemberian lembaga kepada individu pemegang jabatan yang diperhitungkan sbb:
                                  i.    Pada Direktur memiliki tunjangan-tunjangan dan dihitung dari:
1.    tunjangan jabatan (80% dari gaji tetap)
2.    tunjangan keluarga (80% dari gaji tetap)
3.    tunjangan kesehatan (80% dari gaji tetap)
4.    tunjangan sandang-pangan (80% dari gaji tetap)
                                 ii.    Manajer memiliki tunjangan-tunjangan dan dihitung dari:
1.    Tunjangan jabatan (40% dari gaji tetap)
2.    tunjangan keluarga (40% dari gaji tetap)
3.    tunjangan kesehatan (40% dari gaji tetap)
4.    tunjangan sandang pangan (40% dari gaji tetap)
                                iii.    Staf Operasional memiliki tunjangan-tunjangan dan dihitung dari:
1.    tunjangan kesehatan (20% dari gaji tetap)
2.    tunjangan sandang-pangan (20% dari gaji tetap)
-       gaji variable: adalah penghargaan yang diberikan atas keberhasilan-keberhasilan pemegang jabatan dalam mencapai target-target kerja.
-       Target kerja setiap personil dapat lebih dari satu target.
-       Penghargaan diberikan, dilihat dari nlai rata-rata pencapaian dari keseluruhan target-target kerja dalam bulan tersebut.
-       Setiap tingkatan jabatan (Manajer, Staf) memiliki perhitungan yang berbeda. Direktur tidak mendapatkan gaji variable karena pekerjaan dalam periode satu tahun sebagian besar dilaksanakan dari level manajer kebawah.
-       Rumusan rata-rata pencapaian target kerja setiap bulan:
Jumlah target kerja: N
Pencapaian target ke 1: a%
Pencapaian target ke 2: b%
Pencapaian target ke N: n%
rata-rata pencapaian target kerja = (a% + b% + … + n%) / N



                                  i.    staf operasional:
Rata-rata Pencapaian Target-Target Kerja.
Reward yang diterima
>=35% < 50%
40% dari gaji tetap
>=50% <100%
85% dari gaji tetap
>=100%
110% dari gaji tetap

                                 ii.    manajer:
Rata-rata Pencapaian Target-target Kerja.
Reward yang diterima
>=35% < 50%
30% dari gaji tetap
>=50% <100%
75% dari gaji tetap
>=100%
90% dari gaji tetap

-       Bonus : merupakan penghargaan atas keberhasilan pencapaian target kerja tahunan. Bonus ini akan diberikan setiap akhir tahun kerja.
rata-rata pencapaian Target Kerja tahunan.
Staf Operasional
Manajer
Direktur
>=35% < 50%
40% dari gaji tetap
30%  dari gaji tetap
20% dari gaji tetap
>=50% <100%
80% dari gaji tetap
60% dari gaji tetap
50% dari gaji tetap
>=100%
100 % dari gaji tetap
90% dari gaji tetap
75% dari gaji tetap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar